Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan
https://hikari.bunghatta.ac.id/index.php/hikari
<div style="text-align: justify;"> <div style="text-align: justify;"> <p>Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan, it is a scientific journal that publishes the results of research and thought in two languages, namely Indonesian and English and in a special issue in Japanese. Hikari Journal is published twice a year in June and November. This journal is published by Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Bung Hatta in Padang, West Sumatra, Indonesia. In cooperation with universities that have fields of Language and Culture, each text sent will go through a review process by reviewers. The publication of the article is based on the reviewer's assessment and editorial team. You can Register in <strong><a href="https://hikari.bunghatta.ac.id/index.php/hikari/user/register">here</a> </strong>and Login in <strong><a href="https://hikari.bunghatta.ac.id/index.php/hikari/login">here</a></strong></p> <p><strong>Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan </strong>indexed in:</p> <p><a href="https://scholar.google.com/citations?hl=id&view_op=list_works&gmla=AJsN-F7tNnjXkGWNCq8w1MBs_sqluURs2XzndjPXg677c8Iw4nCnk3TxO_MN4RvlDOHGXhy3Ms-eLyVtdboDP9f04W0T1I-FSU3JQe250zpVSmonaS07_fI&user=jpU4iscAAAAJ"><img src="http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/public/site/images/admin/google3.png" alt="" /></a><img src="http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/public/site/images/admin/crossref4.png" alt="" /><img src="http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/public/site/images/admin/PKP_Index.png" alt="" /><img src="http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/public/site/images/admin/worlcat.org__2.png" /><img src="http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/public/site/images/admin/openAIRE2.png" /><img src="http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/public/site/images/admin/ROAD2.png" /><img src="http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/public/site/images/admin/4.png" /><img src="http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/public/site/images/admin/DIEMSIONS.png" /></p> </div> </div>Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hattaen-USHikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan2809-2007TINDAK TUTUR EKSPRESIF ANTAR SAUDARA KEMBAR DALAM ANIME GOTOUBUN NO HANAYOME SEASON 2
https://hikari.bunghatta.ac.id/index.php/hikari/article/view/105
<p><em>Penelitian ini mengkaji variasi tindak tutur ekspresif dalam interaksi antar saudara kembar pada anime Gotoubun no Hanayome Season 2. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan menganalisis fungsi tindak tutur ekspresif yang digunakan oleh karakter kembar Nakano dengan kepribadian yang kontras. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik, data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat dari 12 episode anime. Analisis data dilakukan dengan teori jenis tindak tutur Wijana dan teori fungsi Searle, serta dikaitkan dengan faktor sosial PDR (Power, Distance, Rank) untuk memahami konteks situasi tutur. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 38 data tindak tutur ekspresif, dengan tindak tutur langsung literal sebagai jenis yang paling dominan dan fungsi meminta maaf sebagai fungsi yang paling sering. Temuan ini mengungkapkan bahwa terdapat jarak sosial (distance) yang rendah antar saudara, tingkat pembebanan emosional (rank) pada tuturan secara signifikan memengaruhi pemilihan strategi komunikasi, dimana kedekatan hubungan dapat memfasilitasi ekspresi langsung yang agresif maupun meciptakan jarak kesantunan saat terjadi konflik serius. </em></p>I Nyoman SudarmaKadek Eva Krishna AdnyaniYeni
Copyright (c) 2026 Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-04-282026-04-2852465480JAPANESE AS A GLOBAL DIGITAL BRIDGE: EFFORTS TO BUILD INTERCULTURAL COMPETENCE
https://hikari.bunghatta.ac.id/index.php/hikari/article/view/106
<p><em>This article explores the innovative potential of digital-based Japanese language learning in supporting the development of intercultural competence in the era of globalization. Using a qualitative approach that applies digital-based multimodal analysis, this study deeply examines the experiences and strategies of teachers and learners in integrating cultural aspects through various digital media. The novelty of this study lies in the comprehensive multimodal analysis, which focuses not only on text, but also on how various modes of digital communication (video, images, online interactions) contribute to cultural understanding. The results show that the diversification of the use of digital platforms enriches the learning process and facilitates authentic understanding of Japanese culture. Digital media has been shown to act as a cultural bridge, increasing cultural sensitivity, and encouraging cross-cultural communication through interaction with native speakers. However, this study also identifies challenges related to technology access and limitations in conveying cultural nuances in depth. These findings provide important contributions to the development of a foreign language curriculum based on culture and technology, especially in the context of intercultural multimodal analysis, and offer strategic insights for teachers to optimize digital media in inclusive and contextual cross-cultural learning.</em></p>Reny RahmalinaDinovia Fannil Kher
Copyright (c) 2026 Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-04-282026-04-2852481499THE CONCEPT OF WABI SABI AESTHETICS IN TRADITIONAL GASSHO ZUKURI HOUSES IN GOKAYAMA
https://hikari.bunghatta.ac.id/index.php/hikari/article/view/104
<p>Kurangnya penelitian yang secara khusus membahas hubungan konsep estetika wabi sabi dengan arsitektur Gassho Zukuri, yang meskipun tidak dirancang berdasarkan konsep tersebut, namun Gassho Zukuri sangat memperlihatkan prinsip-prinsip serupa melalui material dan bentuk bangunannya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana 9 prinsip wabi sabi terwujud dalam arsitektur Gassho Zukuri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur dan analisis deskriptif terhadap data dari artikel jurnal, situs resmi, dan buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gassho Zukuri mencerminkan 9 prinsip wabi-sabi yaitu, organik, tekstur, kebebasan dalam bentuk, kesederhanaan, warna, ketidaksempurnaan dan keindahan, ruang, keseimbangan, dan ketenangan. Melalui penggunaan material alami, bentuk adaptif terhadap kondisi geografis, serta ekspresi visual yang menekankan proses waktu. Temuan ini menegaskan bahwa Gassho Zukuri tidak hanya sebagai warisan arsitektur, tetapi juga sebagai perwujudan dari konsep estetika tradisional Jepang.</p>Dea Putri MaharaiDewi Saraswati Sakariah
Copyright (c) 2026 Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-04-282026-04-2852448464- Dynamics of foreign labor shortages in japan
https://hikari.bunghatta.ac.id/index.php/hikari/article/view/107
<p><img src="https://hikari.bunghatta.ac.id/public/site/images/virilaydin/img-1567.jpg" alt="" width="786" height="373"></p>Viril aydin RestantoArsi Widiandari
Copyright (c) 2026 Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-04-282026-04-2852500510