Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan https://hikari.bunghatta.ac.id/index.php/hikari <div style="text-align: justify;"> <div style="text-align: justify;"> <p>Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan, it is a scientific journal that publishes the results of research and thought in two languages, namely Indonesian and English and in a special issue in Japanese. Hikari Journal is published twice a year in June and November. This journal is published by Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Bung Hatta in Padang, West Sumatra, Indonesia. In cooperation with universities that have fields of Language and Culture, each text sent will go through a review process by reviewers. The publication of the article is based on the reviewer's assessment and editorial team. You can Register in <strong><a href="https://hikari.bunghatta.ac.id/index.php/hikari/user/register">here</a> </strong>and Login in <strong><a href="https://hikari.bunghatta.ac.id/index.php/hikari/login">here</a></strong></p> <p><strong>Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan </strong>indexed in:</p> <p><a href="https://scholar.google.com/citations?hl=id&amp;view_op=list_works&amp;gmla=AJsN-F7tNnjXkGWNCq8w1MBs_sqluURs2XzndjPXg677c8Iw4nCnk3TxO_MN4RvlDOHGXhy3Ms-eLyVtdboDP9f04W0T1I-FSU3JQe250zpVSmonaS07_fI&amp;user=jpU4iscAAAAJ"><img src="http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/public/site/images/admin/google3.png" alt="" /></a><img src="http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/public/site/images/admin/crossref4.png" alt="" /><img src="http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/public/site/images/admin/PKP_Index.png" alt="" /><img src="http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/public/site/images/admin/worlcat.org__2.png" /><img src="http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/public/site/images/admin/openAIRE2.png" /><img src="http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/public/site/images/admin/ROAD2.png" /><img src="http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/public/site/images/admin/4.png" /><img src="http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/public/site/images/admin/DIEMSIONS.png" /></p> </div> </div> en-US dianakartika@bunghatta.ac.id (Diana Kartika) yuniastuti@fik.unp.ac.id (Yuni Astuti) Tue, 28 Apr 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.5 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 - Dynamics of foreign labor shortages in japan https://hikari.bunghatta.ac.id/index.php/hikari/article/view/107 <p><img src="https://hikari.bunghatta.ac.id/public/site/images/virilaydin/img-1567.jpg" alt="" width="786" height="373"></p> Viril aydin Restanto, Arsi Widiandari Copyright (c) 2026 Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://hikari.bunghatta.ac.id/index.php/hikari/article/view/107 Tue, 23 Jun 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS CAMPUR KODE DALAM LIRIK LAGU HAPPY ENDING OLEH SEVENTEEN https://hikari.bunghatta.ac.id/index.php/hikari/article/view/119 <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This study aims to describe the functions of artistic code mixing in the lyrics of “Happy Ending” by SEVENTEEN based on Picone’s (2002) theory. This research employed a descriptive qualitative approach, using song lyrics that contain Japanese and English code-mixing elements as the data source. The analysis was conducted through identification, classification, interpretation, and intralingual equivalence analysis of linguistic functions across the mixed-language elements. The findings reveal eight instances of code mixing, all of which are categorized as intrasentential code mixing. The use of code mixing functions to create a global or modern nuance, adjust rhythm and musicality, emphasize emotions, and strengthen the song’s main theme. Among these functions, emotional emphasis and rhythmic adjustment are the most dominant. These findings indicate that code mixing in song lyrics is not merely a linguistic variation, but also an artistic strategy to preserve aesthetic quality, expressive power, and audience appeal.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Code Mixing, Artistic Code Mixing, Song Lyrics, SEVENTEEN, Language Function</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi penggunaan struktur artistik campur kode dalam lirik lagu “Happy Ending” oleh SEVENTEEN berdasarkan teori Picone (2002). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data berupa lirik lagu yang mengandung unsur campur kode bahasa Jepang dan bahasa Inggris. Teknik analisis dilakukan melalui identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan metode ekuivalensi intralingual terhadap fungsi linguistik antarunsur bahasa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat delapan data campur kode yang seluruhnya termasuk dalam kategori campur kode intrasentensial. Campur kode tersebut berfungsi untuk menghadirkan nuansa global atau modern, menyesuaikan ritme dan musikalitas, menegaskan emosi, serta memperkuat tema utama lagu. Dari keempat fungsi tersebut, penegasan emosional dan penyesuaian ritme menjadi fungsi yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa campur kode dalam lirik lagu tidak hanya berperan sebagai variasi bahasa, tetapi juga sebagai strategi artistik untuk menjaga keindahan, ekspresi, dan daya tarik lagu.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci: </em></strong><em>Campur kode, Campur Kode Artistik, Lirik Lagu, SEVENTEEN, Fungsi Bahasa</em></p> Made Ayu Anindya Widya Pramesti, Putu Dewi Merlyna Yuda Pramesti, Yeni Copyright (c) 2026 Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://hikari.bunghatta.ac.id/index.php/hikari/article/view/119 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 TINDAK TUTUR EKSPRESIF ANTAR SAUDARA KEMBAR DALAM ANIME GOTOUBUN NO HANAYOME SEASON 2 https://hikari.bunghatta.ac.id/index.php/hikari/article/view/105 <p><em>Penelitian ini mengkaji variasi tindak tutur ekspresif dalam interaksi antar saudara kembar pada anime Gotoubun no Hanayome Season 2. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan menganalisis fungsi tindak tutur ekspresif yang digunakan oleh karakter kembar Nakano dengan kepribadian yang kontras. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik, data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat dari 12 episode anime. Analisis data dilakukan dengan teori jenis tindak tutur Wijana dan teori fungsi Searle, serta dikaitkan dengan faktor sosial PDR (Power, Distance, Rank) untuk memahami konteks situasi tutur. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 38 data tindak tutur ekspresif, dengan tindak tutur langsung literal sebagai jenis yang paling dominan dan fungsi meminta maaf sebagai fungsi yang paling sering. Temuan ini mengungkapkan bahwa terdapat jarak sosial (distance) yang rendah antar saudara, tingkat pembebanan emosional (rank) pada tuturan secara signifikan memengaruhi pemilihan strategi komunikasi, dimana kedekatan hubungan dapat memfasilitasi ekspresi langsung yang agresif maupun meciptakan jarak kesantunan saat terjadi konflik serius. </em></p> I Nyoman Sudarma, Kadek Eva Krishna Adnyani, Yeni Copyright (c) 2026 Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://hikari.bunghatta.ac.id/index.php/hikari/article/view/105 Tue, 23 Jun 2026 00:00:00 +0000