ANALISIS CAMPUR KODE DALAM LIRIK LAGU HAPPY ENDING OLEH SEVENTEEN
DOI:
https://doi.org/10.37301/hikari.v5i2.119Keywords:
Campur kode, Campur Kode Artistik, Lirik Lagu, SEVENTEEN, Fungsi ArtistikAbstract
Abstract
This study aims to describe the functions of artistic code mixing in the lyrics of “Happy Ending” by SEVENTEEN based on Picone’s (2002) theory. This research employed a descriptive qualitative approach, using song lyrics that contain Japanese and English code-mixing elements as the data source. The analysis was conducted through identification, classification, interpretation, and intralingual equivalence analysis of linguistic functions across the mixed-language elements. The findings reveal eight instances of code mixing, all of which are categorized as intrasentential code mixing. The use of code mixing functions to create a global or modern nuance, adjust rhythm and musicality, emphasize emotions, and strengthen the song’s main theme. Among these functions, emotional emphasis and rhythmic adjustment are the most dominant. These findings indicate that code mixing in song lyrics is not merely a linguistic variation, but also an artistic strategy to preserve aesthetic quality, expressive power, and audience appeal.
Keywords: Code Mixing, Artistic Code Mixing, Song Lyrics, SEVENTEEN, Language Function
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi penggunaan struktur artistik campur kode dalam lirik lagu “Happy Ending” oleh SEVENTEEN berdasarkan teori Picone (2002). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data berupa lirik lagu yang mengandung unsur campur kode bahasa Jepang dan bahasa Inggris. Teknik analisis dilakukan melalui identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan metode ekuivalensi intralingual terhadap fungsi linguistik antarunsur bahasa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat delapan data campur kode yang seluruhnya termasuk dalam kategori campur kode intrasentensial. Campur kode tersebut berfungsi untuk menghadirkan nuansa global atau modern, menyesuaikan ritme dan musikalitas, menegaskan emosi, serta memperkuat tema utama lagu. Dari keempat fungsi tersebut, penegasan emosional dan penyesuaian ritme menjadi fungsi yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa campur kode dalam lirik lagu tidak hanya berperan sebagai variasi bahasa, tetapi juga sebagai strategi artistik untuk menjaga keindahan, ekspresi, dan daya tarik lagu.
Kata kunci: Campur kode, Campur Kode Artistik, Lirik Lagu, SEVENTEEN, Fungsi Bahasa
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
