DESAIN PEMELAJARAN ANTARBUDAYA BAHASA JEPANG MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL
DOI:
https://doi.org/10.37301/hikari.v5i1.61Keywords:
intercultural pedagogy, apanese language, intercultural communication, social mediaAbstract
Kompetensi komunikasi antarbudaya sangat perlu dibina dalam dunia pendidikan bahasa seiring upaya meningkatkan kompetensi linguistik. Pengetahuan dan pemahaman antarbudaya sangat membantu membangun hubungan baik dan saling menghargai antara budaya yang berbeda. Era digital memberikan ruang yang luas untuk interaksi antarbudaya, termasuk komunikasi secara tertulis. Pemelajar bahasa Jepang dapat melatih kompetensi antarbudaya dengan cara memberikan komentar pada konten-konten tertentu di media sosial seperti YouTube, Instagram, Tik Tok, dan Facebook. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain pemelajaran antarbudaya dalam kelas bahasa Jepang menggunakan media sosial dan menganalisis asesmen pada dimensi komunikasi tertulis melalui media sosial dengan pendekatan antarbudaya. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan belajar dapat berlangsung secara sistematis dengan menggunakan teori praktik antarbudaya, mahasiswa mengalami perkembangan kesadaran antarbudaya, dan komentar tertulis mahasiswa pada media sosial menunjukkan adanya kompetensi antarbudaya yang meliputi keterampilan, motivasi, dan pengetahuan. Penggunaan media sosial sebagai alat pemberi input bahasa dan antarbudaya dinilai sangat efektif digunakan di dalam pemelajaran, dikarenakan media sosial daya tarik dan sifat interaksi yang alami.
Kata kunci : pedagogi antarbudaya, bahasa Jepang, komunikasi antarbudaya, media sosial
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
